Press "Enter" to skip to content

Penyebab Dan Gejala Prolapsus Pada Ayam Petelur dan Cara Mengatasinya Bag. 2

Sabung Ayam Online – Prolapsus yaitu keluarnya saluran telur dari anus atau kloaka yang tidak tertarik masuk kembali setelah ayam tersebut bertelur. Mengapa hal ini bisa terjadi karena tidak lancarnya pada saat pengeluaran telur, yang disebabkan karena adanya peradangan di bagian saluran telur ataupun karena melemahnya otot-otot saluran reproduksi pada ayam betina tersebut. Ayam betina yang prolapsus tersebut harus dipisahkan dari kelompoknya dan ditempatkan dalam kandang terpisah. Karena jika tidak kita pisahkan, maka ayam lain yang ada di sampingnya akan mematuki anusnya yang keluar sehingga bisa menyebabkan pendarahan hebat dan infeksi, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kematian pada ayam tersebut. Disamping itu, jika terinfeksi oleh bakteri, prolapsus bisa mengakibatkan peradangan selaput rongga perut atau egg peritonitis.

Penyebab Prolapsus Pada Ayam Petelur

Penyebab prolapsus pada ayam petelur bukanlah dikarenakan oleh suatu penyakit atau virus tertentu atau pun strain ayam tertentu, namun lebih karena kesalahan dalam management pemeliharaan, terutama pada periode growing dan pre-laying (13 – 18 minggu). Akan tetapi ada beberapa faktor yang bisa memicu terjadinya prolapsus pada peternakan ayam petelur, diantaranya yaitu:

  • Kandungan nutrisi pakan untuk ayam petelur yang tidak seimbang

Nutrisi makanan digunakan antara lain dibutuhkan ayam untuk hidup pokok dan produksi serta untuk memelihara kesehatan tubuh ayam itu sendiri. Apa bila unsur nutrisi tidak seimbang bisa mengakibatkan berbagai masalah pada ayam petelur seperti diantaranya produksi yang tidak optimal, mudah terserang penyakit, maupun gangguan produksi lainya seperti prolapsus. Oleh karenanya salah satu nutrisi yang dibutuhkan ayam yaitu kalsium. Kalsium dalam tubuh ayam, selain berguna untuk pembentukan tulang dan kerabang telur, kalsium juga berfungsi dalam perkembangan perototan. Apa bila perkembangan perototan yg jelek akan berakibat pada terhambatnya proses penarikan kembali oviduct yang keluar ketika ayam bertelur. Bila semakin lama dan juga panjang saluran oviduct yg keluar, maka akan semakin besar pula kemungkinan dipatuk oleh ayam lain, dan bisa menimbulkan kerusakan yang permanen. Oleh karena nya, sangat perlu untuk dievaluasi kandungan calcium pakan yang dapat diserap oleh ayam.

  • Pemberian stimulasi cahaya yang terlalu dini

Cahaya sangat dibutuhkan ayam petelur untuk menstimulasi kedewasaan kelamin. Oleh karena nya penambahan pencahayaan dibutuhkan untuk membantu mempercepat ayam petelur berproduksi. Akan tetapi, penambahan pencahayaan hendaknya jangan terlalu dini. Untuk penambahan pencahayaan sebaiknya dilakukan ketika organ reproduksi ayam betina tersebut betul-betul sudah siap. Apa bila kita lakukan penambahan pencahayaan sebelum alat atau organ reproduksi Ayam petelur tersebut benar-benar sudah siap, akan lebih gampang mengalami prolapsus, karena organ reproduksinya belum sempurna. Biasanya, penambahan pencahayaan mulai dilakukan pada saat pullet telah memasuki usia 18 minggu. Penambahan pencahayaan sebaiknya dilakukan secara bertahap setiap minggu ½-1 jam setiap minggunya. Ayam membutuhkan cahaya sekitar 16 jam setiap harinya.

  • Usia reproduksi

Prolapsus lebih sering terjadi pada awal produksi, puncak produksi dan puncak egg mass, karena pada kondisi ini dituntut tingkat metabolisme yang tinggi.

  • Ayam petelur yang terlalu gemuk atau terlalu kurus

Kondisi ayam petelur yang terlalu gemuk, secara umum perototannya lebih lemah dan cendrung bertelur lebih besar. Kemudian juga lemak yang terlalu banyak disekitar area organ reproduksi juga akan menghambat proses peneluran telur. Tapi, di sisi lain, ayam yang terlalu kurus biasanya mendapatkan perlakuan yang sama dalam satu kandang, termasuk stimulasi pencahayaan dan perlakuan pakan/makanan. Akibatnya kelompok ayam petelur ini cendrung dipaksakan untuk bertelur sebelum organ reproduksinya siap.

  • Kuning telur ganda (double yolk)

Double yolk mengakibatkan telur ayam berukuran terlalu besar. Dengan ukuran telur yang besar akan meregangkan dan melemahkan otot kloaka. Dengan lemahnya otot kloaka akan memperlama oviduct untuk berada di luar tubuh.

Demikian yang dapat penulis sampaikan mengenai Penyebab Dan Gejala Prolapsus Pada Ayam Petelur dan Cara Mengatasinya Bag. 2 oleh tim Sabung Ayam Online. Semoga bermanfaat, sampai jumpa di artikel berikutnya ya sobat, Salam Situs Sabung Ayam Terima kasih

Be First to Comment

Leave a Reply

Copyright Bandar Bola BANDAR303 2018 - All Right Reserved . Bandarsabung menyajikan tips, trik dan informasi terkait dengan Sabung Ayam Online.